Kalimantan Selatan & Barat by Anissa

KALIMANTAN SELATAN

 

A. INFORMASI UMUM

Kalimantan Selatan dengan ibukotanya Banjarmasin, terletak diantara 114º19’13’’ Bujur Timur, atau antara 1º21’49’’ Lintang Utara dan 44º10’14’’ Lintang Selatan.

Kalimantan Selatan didiami berbagai macam suku bangsa seperti : Suku Banjar Kuala, Suku Banjar Pahuluan , Suku Banjar Maanyan, Suku Abal, Suku Dusun Deyah, Suku Lawangan, Suku Bukit, dll.

Di Kalimantan Selatan sejak dulu hingga sekarang sungai berperan sebagai sarana jalur sosial ekonomi masyarakat.

Sungai Barito merupakan sungai terlebar di Kalimantan Selatan dan juga di Indonesia dengan panjang 600 km, lebar di muara ± 3 km dan kedalamannya 10 s.d 30 meter.

Pesiar sungai sepanjang Sungai Barito, disamping menyajikan tata kehidupan rumah seperti rumah- rumah terapung, pasar terapung (floating market) dan sejenis kera berhidung panjang khas Kalimantan di Pulau Kaget.

Disamping itu juga memiliki unsur – unsur dan bentuk seni tari yang beraneka ragam, antara lain Tari Hadrah dan Baksa Kembang, Tari Suku Pedalaman Dayak , Tari Kuda Gebang Siba, Tari Sembangan Burung Laut, dan sebagainya.

Budaya dan tradisi masyarakat Kalimantan Selatan merupakan perpaduan antara suku dayak, Melayu, dan Jawa yang terjadi melalui proses yang berabad – abad, kemudian mendapat pengaruh agama islam yang dibawa oleh pedagang Arab dan Persia.

 

Cara pencapaian :

Banjarmasin pelabuhan udaranya adalah Syamsudin Noor terletak 2 km dari pusat kota dan sudah didarati pesawat DC-9. Penerbangan dilayani oleh Merpati Nusantara, Bouraq, dan Dirgantara Service (DAS) yang menghubungkan :

♦ Banjarmasin – Jakarta

♦ Banjarmasin – Surabaya

♦ Banjarmasin – Yogyakarta melalui Surabaya

♦ Banjarmasin – Palangkaraya

♦ Banjarmasin – Balikpapan

 

 

Melalui laut :

Dilayani oleh PT. PELNI yang menghubungkan Banjarmasin – Semarang dan Banjarmasin – Surabaya masing- masing 2 kali sebulan.

 

B. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA

1.    Pasar Terapung Kuin

Pasar ini mulai berlangsung sekitar 05.00 pagi, terlihat semarak dan menarik karena pagi itu masyrakat menggunakan lampu tembok/ petromak untuk penerangan. Pasar mulai lenggang setelah jam 10.00 pagi. Kita dapat menyaksikan langsung dengan naik perahu/ kelotok dikeramaian pasar, sambil perahu kita bersenggolan dengan perahu pedagang ataupun pembeli yang mendayung perahunya hilir mudik memilih barang yang diperdagangkan. Untuk mencapai pasar yang ada di Sungai Barito hanya 30 menit dari pusat kota Banjarmasin.

 

2.    Pasar Terapung Lok Baintan

Pasar ini berada di sungai Martapura dan sama saja dengan Pasar Terapung Kuin dimana transaksi jual beli terjadi dari perahu ke perahu, hanya saja pasar ini mulainya agak siang yaitu jam 07.00- 10.00 pagi. Uniknya, semua orang yang terlihat dipasar ini menggunakan tanggui (sejenis topi lebar) agak terlindung dari terik matahari.

Untuk mencapai pasar ini sekitar 2 naik kapal kelotok dari pusat kota Banjarmasin.

 

3.    Hutan Wisata Pulau Kembang

Letaknya di seberang Pasar Terapung Kuin (5 menit naik kelotok menyebrang). Karena pulau ini terletak di tengah Sungai Barito dengan luas 60 ha.

 

4.    Hutan Lindung Pulau Kaget

Penghuninya antara lain : Kera Bekantan (hidung panjang/ Nasalis Larvatus), Lutung (kera hitam dan ekor panjang/ Prebitis Cristate), serta bermacam- macam burung seperti burung bangau).

 

5.    Kehidupan Sungai

Banjarmasin digelari “River City” oleh karena kota ini dialiri beberapa sungai dan letaknya di muara sungai. Banyak wisatawan yang terkesan dan menyarankan bahwa untuk menikmati kota Banjarmasin lihatlah dari sungai (see Banjramsin from the river).

6.    Sabilal Muhtadin

Berada di pusat kota Banjarmasin di atas tanah seluas 100.000 m². Dibangun mulai tanggal 10 November 1974 dan selesai Oktober 1979. Mesjid ini merupakan terbesar kedua setelah Mesjid Istiqlal (Jakarta) dengan lantai dan dinding dari bahan yang sama yaitu marmer.

Bangunan mesjid terbagi atas bangunan utama dengan luas 5.250 meter, 5 bangunan menara dimana 1 menara tinggi 45 meter dan yang lainnya hanya 21 meter. Kubah bangunan utama berdiameter 38 meter dari alumunium sheet kalcolour berwarna keemasan. Sekeliling mesjid pada dinding, pintu dan jendela dihiasi kaligrafi Al- Quran dan Asmaul Husna dari bahan tembaga.

 

7.    Taman Palui Hijau

Terletak 24 km dari Banjarmasin arah Martapura, disana terdapat juga restoran dan artshop.

 

8.    Museum Negeri Lambung Mangkurat

Terletak di Banjarbaru ÷38 km dari Banjarmasin.

 

9.    Pendulangan Intan Cempaka

Terletak  38 km dari Banjarmasin (45 menit naik mobil) dan terletak di Desa Cempaka, Kabupaten Banjar. Dapat dikunjungi setiap hari kecuali hari Jum’at naik kendaraan roda dua dan roda empat.

 

10. Penggosokan dan Pasar Intan Martapura

Apabila di Cempaka sebagai tempat mencari intan dan batuan lainnya, maka di Martapura (40 km dari Banjarmasin) banyak masyarakat yang mengusahakan (home industry) penggosokan intan dan batu aji. Di pasar intan Martapura banyak pula terdapat Souvenir shop yang menjual intan, batu- batu cincin dan perhiasan lainnya.

 

11. Riam Kanan

Bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA Riam Kanan diberi nama PLTA Ir. Pangeran Muhammad Noor Riam Kanan.

 

12. Mu’ui

Jaraknya ±138 km dari Banjarmasin dapat ditempuh 3 (tiga) jam naik mobil.

 

 

 

 

13. Pagat

Biasanya dikenal dengan nama Pegat Batu Benawa, sekitar 167 km dari Banjarmasin. Sungai yang berbatu besar dan air pegunungan yang jernih sangat mengundang minat untuk mandi disana.

 

14. Pantai Pagatan

Dari Banjarmasin, sekitar 245 km atau 5 jam naik mobil dengan kondisi jalan telah di hotmix. Pantainya yang landai dan dapat naik mobil menyusurinya dengan jauh bentangan hamper 8 km.

 

15. Sogung

Jaraknya hampir 300 km dari Banjarmasin. Kondisi goanya masih asli dan disekitar hutan belantara, stalakmit dan stalaktitnya sangat indah. Di kawasan ini terdapat lebih kurang 20 buah goa.

 

16. Sarang Tiung

Pantai Sarang Tiung ini terletak di Pulau laut, yang jauhnya hanya 15 km dari ibukota Kabupaten Kotabaru. Pantainya cukup landai dan cocok untuk rekreasi keluarga.

 

17. Makam Syeh Muhammad Arsyad Albanjari

Terletak di Desa Kelampayan Ulu ± 50 km dari kota Banjarmasin. Dapat dikunjungi dengan mobil dan jarak tempuh ± 90 menit. Pada tempat ini terdapat motif- motif ukiran nisan dan kaligrafi. Syeh Muhammad Arsyad Albanjari adalah ulama besar di Kalimantan Selatan pada abad ke-19 (1710- 1812). Buku karangan beliau sudah terkenal adalah Sabilal Muhtadin yang diabadikan nama sebuah mesjid terbesar di Kalimantan Selatan.

 

18. Pendulangan Intan Cempaka

Kawasan pendulangan intan tradisional diusahakan oleh masyarakat sebagai mata pencaharian turun temurun, lokasinya di Kecamatan Cempaka. Pendulang (pencari) intan menggali lobang dalam dengan cara dan peralatan sederhana untuk mengadu keberuntungan.

 

 

Taman Hutan Raya Sultan Adam

Terletak 62 km dari Banjarmasin. Luas arealnya adalah 106.400 ha, dimana taman

 

19. Taman Hutan Raya Sultan Adam

Terletak 62 km dari Banjarmasin. Luas arealnya 106.400 ha, dimana taman ini dilengkapi dengan penangkaran buaya, rusa, dan gajah lampung. Terdapat pula babi rusa, kijang, berbagai jenis burung, tanaman dan berbagai jenis anggrek.

 

20. Pantai Takisung

Jaraknya 92 km. dari Banjarmasin arah pleihari. Di sini terdapat cottage dengan sewa tanah yang murah.

 

21. Air Terjun Bajuin

Jaraknya 80 km dari Banjarmasin, terdapat air terjun dan kolam pemandian, dengan udara pegunungan yang sejuk.

 

22. Pantai Batakan

Jaraknya sekitar 120 km dari Banjarmasin. Di tepi pantai telah dibangun 10 buah cottage yang disewakan untuk pengunjung.

 

23. Komplek Makam Sultan Suriansyah

Terletak di kelurahan Kuin Utara, kecamatan Banjar Utara kodya Banjarmasin. Dapat dikunjungi setiap hari dengan kendaraan darat dan air. Sultan Suriansyah adalah raja Banjar yang memerintah antara tahun 1526- 1550. Selain daripada itu Sultan Rahmatullah yang berkuasa antara tahun 1550- 1570 di makamkan disini.

 

24. Rumah adat Banjar Bubungan Tinggi

Sering pula disebut “Rumah Banjar”. Banyak bangunan pemerintah ataupun swasta yang mengambil prototipe bentuk atap rumah yang tinggi, bahkan rumah dinas Gubernur KHD Tk. I Kalimantan Selatan yang ada di Jl. R. Soeprapto Banjarmasin berbentuk rumah Banjar.

 

25. Mesjid Su’ada

Terletak di desa Wasah Hilir, kecamatan Simpur, kabupaten Kandangan, 140 km dari Banjarmasin, memiliki ukiran dan kaligrafi, arsitektur tradisional. Mesjid ini dibangun tahun 1908 oleh H. Abbas dan H. Said, dengan tinggi bangunan 27 meter.

 

 

 

 

26. Loksado Area

Daerah ini banyak dikunjungi wisatawan mancanegara karena hutan basah (rain forest) yang masih alami dan arus jeram Sungai Amandit yang menantang dengan gradasi yang bervariasi.

 

27. Pagat Batu Benawa

Terletak di desa Pagat, kecamatan Batu Benawa, kabupaten Dati II Barabai. Dapat dikunjungi pada hari Minggu dan hari libur lainnya. Objek wisata memiliki panorama alam yang indah dan batu- batu besar.

 

28. Candi Agung

Jaraknya sekitar 167 km dari Banjarmasin, peninggalannya tidak terlihat lagi tapi hanya merupakan situs saja.

 

29. Goa Temu Luang

Terletak di Sungai Kupang. Dimana goa yang panjangnya puluhan kilometer dapat dilayari/ ditelusuri menggunakan perahu motor.

 

30. Goa Batu Hapu

Jaraknya sekitar 90 km dari Banjarmasin, dapat ditempuh dengan naik mobil.

 

 

 

KALIMANTAN BARAT

 

 

A. INFORMASI UMUM

Kalimantan Barat dengan ibukotanya Pontianak terletak antara 2º6’ Lintang Utara dan 3º5’ Lintang Selatan serta diantara 108’’ Bujur Barat dan 114’’ Bujur Timur. Garis khatulistiwa (garis Lintang) 0º melintang tepat di atas kota Pontianak.

Merupakan wilayah yang sebagian besar penduduknya bermukim di daerah pantai dan tepi-tepi sungai serta sebagian lainnya di daerah pedalaman.

Berbagai cirri khas kehidupan masyrakat daerah, baik yang berlangsung sebagai tradisi maupu sebagai system tatakrama masih terpelihara dan dipertahankan oleh masing- masing daerah sebagaimana terlihat dalam beberapa bentuk upacara adat seperti upacara penyambutan tamu dalam bentuk tarian, upacara antar jung, upacara tepung mawar, dan upacara perkawinan.

Seni dan budaya di daerah ini umumnya dipengaruhi oleh kesenian dan kebudayaan Dayak dan Melayu seperti Ratu Sri Kuning, Malim Melana, Sirang, Jonggan, Radat, Jenpin, Tandak, Upacara Adat Naik Dango, Upacara Robo- robo, Pakaina Adat, Kerajinan tangan yang bermacam- macam juga menggunakan daya pesona yang sangat menarik.

Di Kalimantan Barat terdapat cagar alam yang didalamnya tumbuh berbagai jenis tumbuhan langka dan suaka margasatwa yang menjadi habitat bermacam- macam binatang langka dan menjadi lapangan penelitian yang sangat penting bagi para ilmuwan dari berbagai negara.

 

Cara pencapaian :

Berbagai jenis transportasi yang terdapat di Kalimantan Barat dapat dibedakan sebaga berikut :

♦ Transportasi udara  : Garuda Indonesia, Merpati, Bouraq, Dirgantara dan Deraya.

♦ Transportasi laut      : KM. Lawit, KM. Sirimau, KM. Tatamailau.

♦Transportasi sungai  : KM. Express, Motor bandung, Speed Boat, dan Sampan.

 

 

 

 

A. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA

1.    Pantai Kijing

Merupakan pantai yang indah, terletak 18 km dari Mempawah dan 85 km dari Pontianak, tempat tersebut dilengkapi dengan sebuah panggung pertunjukkan yang diadakan pada hari Minggu dan hari- hari libur lainnya.

 

2.    Pulau Temajo

Merupakan objek dan daya tarik wisata pulau yang memiliki keunikan pada pantainya yang bersih dan pasirnya yang putih. Lokasi ini terletak di Kabupaten Dati II Pontianak, dan dapat dijangkau dengan Speed Boat/ motor air melalui pantai Kijing dengan waktu kurang lebih 25 menit.

 

3.    Pantai Pasir Panjang

Terletaj 17 km dari Singkawang, dapat dijangkau dengan kendaraan darat, tersedia wisma, cottage, kolam renang, restoran serta tempat- tempat menginap lain yang representatif. Bagi yang suka olahraga menyelam, berenang, selancar/ sky air, memancing dan lain- lain dapat memanfaatkan tempat ini.

 

4.    Pantai Batu Payung

Terletak 23 km dari Singkawang/ tidak jauh dari Pasir Panjang, merupakan pantai berpasir putih, ombak dan batu- batu yang menjorok ke laut dimana salah satu diantaranya menyerupai payung. Cocok untuk olahraga menyelam dan sky air.

 

5.    Gunung Poteng

Biasa disebut sebagai cagar alam raya pasi, terletak 10 km dari kota Singkawang atau kurang lebih 155 km dari kota Pontianak dengan potensi daya tarik berupa flora langka yaitu raflesia arnoldy. Lokasi ini dapat dicapai dengan jalan darat menggunakan kendaraan roda dua/ empat atau kendaraan umum dengan waktu ± 3 jam Pontianak.

 

6.    Tanjung Batu

Terletak dikota Pemangkat ± 30km dari Singkawang dan 175 km dari Pontianak, dapat di tempuh dengan bus umum dengan biaya relatif murah. Luas kawasan ini ± 5 ha, terdapat sebuah tugu peringatan korban perang Jepang, Tionghoa dan Indonesia.

 

 

7.    Pantai Kalangbau

Terletak di kecamatan Pemangkat kabupaten Dati II Sambas dengan jarak 175 km dengan potensi daya tarik pantai berbatu dan merupakan areal pemancingan yang potensial. Lokasi ini dapat dikunjungi setiap hari dengan roda dua atau empat

 

8.    Danau Sebadang

Sebuah bukit dengan danau yang luas terletak 18 km dari Sambas. Dapat dijangkau dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat, di lengkapi dengan fasilitas berenang, Boating dan lain- lain.

 

9.    Air Terjun Berasap

Terletak di Kecamatan Sangau Ledo suatu daerah transmigrasi romo, jatuh dari ketinggian 7 meter dengan air yang berasap.

 

10.  Istana Kesultanan Sambas

Istana peninggalan raja- raja zaman dahulu, dimana masih terdapat peninggalan berupa meriam, barang- barang keramik dari negeri Cina dan barang- barang lainnya.

 

11.  Air Terjun “Mujung”

Terletak di desa Engkodo, kecamatan Muko, kabupaten Sanggau, bertingkat dua dan mempunyai ketinggian 20 meter.

 

12.  Sumber Air Panas “Seburu Dua”

Terletak di kecamatan Belitung Hulu, Kabupaten Sanggau. Sumber air panas ini dapat menyembuhkan penyakit kulit.

 

13.  Gua Lawang Kauri

Terletak di kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sanggau Gua tersebut mempunyai pengaruh gaib (tidak kelihatan) yang bertalian darah dengan keluara Kerajaan Sekadau.

 

14.  Batu Prasati

Merupakan peninggalan kerajaan Mulawarman pada zaman Hindu, terdapat di desa Pait, kecamatan Nanga Maha.

 

15.  Hutan Lindung Bening

Terletak di pinggir kota Sintang, merupakan cirri khas hutan tropis dan kaya dengan anggrek, bunga kantong semar dan lain- lain.

 

16.  Bukit Kelam

Di kenal dengan puncaknya yang bertebing batu, berpanorama indah dan ditumbuhi jenis tanaman langka. Disekitar daerah ini banyak terdapat rumah Petang.

 

17.  Danau Jemalak

Terletak dikota Sintang kabupaten Sintang. Danau ini kaya dengan ikan Silok (arwana), ikan belidak dan lain- lain.

 

18.  Air Terjun Nokanayan

Terletak di kecamatan Ambalau kabupaten Dati II Sintang dengan potensi daya tarik berupa panorama alam yang indah dengan ketinggian air terjun 180 m. Lokasi ini ditempuh malalui udara yaitu Pontianak Sintang dengan waktu ± 45 menit.

 

19.  Pantai Sungai Kinjil

Sebuah pantai yang berpasir putih dengan ombak yang cukup besar serta perahu nelayan merupakan perpaduan menambah indahnya panorama pantai ± 3 km dari pusat kota.

 

20.  Pantai Tanjung Batu

Terletak ± 60 km dari Ketapang dan 25 km dari kecamatan Kendawangan. Dapat di jangkau dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat di tempuh dalam jangka waktu 4 jam.

 

21.  Taman Cilincing

Terletak 2 km dari Pantai Sungai Kinjil, mempunyai ombak besar dan sering kita jumpai penduduk mencari ale- ale yaitu sejenis kerang/ kepah yang isinya dapat dimakan atau dijadikan lauk pauk.

 

 

 

 

22.  Taman Nasional Gunung Palung

Terletak di kecamatan Telok Melano dan Kecamatan Sukadana, dengan luas areal ± 90.000 ha, tercatat ± 3.000 jenis species flora yang ada disana.

 

23.  Pulau Maya Karimata

Terletak di Selat Karimata, kabupaten Ketapang dan dapat dicapai dengan menyusuri pantai selat Karimata dan Pontianak atau dari Ketapang. Merupakan cagar alam laut dengan berbagai variasi terumbu karang dan ikan hias laut. Cagar alam yang luasnya 77.000 ha tersebut mempunyai potensi yang besar yaitu sebagai objek wisata Bahari, baik berlayar maupun menyelam yang di harapkan dapat menarik wisata.

 

24.  Air Terjun di Metapi

Terletak 75 km dari ibukota kabupaten dengan keadaan alamnya yang cukup indah. Dapat di capai melewati riam- riam yang sulit dibayangkan untuk dilalui.

 

25.  Tugu Khatulistiwa

Terletak 3 km dari pusat Kotamadya Pontianak yang menunjukkan bahwa Pontianak dilalui oleh garis khatulistiwa, terletak pada garis Lintang 0º sehingga setiap tanggal 21 s/d 23 Maret dab 21 s/d 23 September setiap tahun, pada tengah hari sebelum Dzuhur (tepat pukul 12 WIT) bayangan tugu dan benda- benda di tempat tersebut tidak terlihat (tanpa bayangan). Tugu ini pertama dibangun pada tahun 1923 berbentuk tegak lurus dan panah, kemudian pada tahun 1938 Tugu Khatulistiwa dibangun kembali.

 

26.  Mesjid Jami Sultan Pontianak

Terletak 1 km dari pusat kotamadya Pontianak yang memiliki benda- benda peninggalan zaman dulu diantaranya terdapat Al- Qur’an kuno dan lain- lain.

Mesjid berukuran 40 x 35 meter dengan ketinggian 20 meter dengan bangunan bertingkat. Dapat dicapai melalui jalur sungai Kapuas dengan jarak yang sama.

 

27.  Istana Kraton Qadriah

Terletak di kampong dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur Kotamadya Pontianak. Benda- benda peninggalan yang masih tersedia antara lain kursi Singgasana, pakaian, cermin pecah seribu, keris, meja, giok. Istana ini merupakan istana Kraton tertua di Kalimantan Barat, dengan ukuran 30 x 59 meter. Bangunan tersebut

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: