MUSEUM FATAHILLAH RUBUH

Tiba-tiba dinding Museum Sejarah Jakarta runtuh, ambrol ke tanah. Cring..cring..bunyi pecahannya berkeping-keping. Bangunan yang berdiri sejak tahun 1710 itu lenyap, menyisakan ruang hitam pekat di hadapan.

Orang-orang yang memadati di Taman Fatahillah melongo, ternganga, tak mampu berkata apa-apa. Sejurus kemudian tepuk tangan terdengar, teriakan ungkapan kekaguman terdengar bersahut-sahutan.

Runtuhnya MSJ merupakan bagian paling menarik dan mengejutkan dari tayangan Video Mapping di Kota Tua pada Sabtu (13/3). Bayangkan, mendadak, tanpa aba-aba, setelah penonton disuguhkan permainan cahaya, foto-foto cerah, dan tayangan video, tiba-tiba keping-keping batu lepas dari bangunan MSJ.

Sebelumnya penonton diberikan foto Jan Pieteszoon Coen yang superbesar, sehingga sakan-akan mata gubernur jenderal berjulukan Murjangkung yang terkenal kejam itu, karena pernah memerintahkan pembantaian orang-orang Banda, memandang tajam ke penonton. Hii..

Tayangan video mapping memang benar-benar masih barang baru bagi sebagian besar masyarakat Jakarta, sehingga tak mengherankan jika banyak orang yang terkagum-kagum menyaksikannya. Meskipun ada juga yang bilang tayangan itu biasa-biasa saja, kurang spektakuler. Singkat kata, tayangan persembaham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, British Council, Kadin Jaya, dan banyak pihak lainnya termasuk Warta Kota, ini benar-benar menghibur banyak orang.

Hal yang baru itu juga membuat banyak orang berbondong-bondong datang ke Kota Tua. Kepala UPT Kota Tua, Candrian Attahiyat memperkirakan ada sekitar 44.000 orang hadir di Taman Fatahillah.

“Luas area ini kan 11.950 meter persegi, dalam 1 meter persegi saya lihat tadi ada 4 orang berdiri sehingga kira-kira total pengunjung 44.000 orang,” kata Candrian.

Wow! Jumlah yang sangat besar. Makanya tidak mengherankan jika penjaja makanan di Kota Tua bisa plang lebih cepat karena dagangan mereka ludes. “Kita tutup lebih cepat karena sudah habis semua,” ujar pedagang mi ayam.

Manfaat ekonomi jika Kota Tua hidup langsung terasa. Apakah kondisi ini akan terus berlanjut? Jawabannya ya harus, dan harus diwujudkan oleh banyak pihak. Kalau begitu, mari kita hidupkan kembali ke Kota Tua. (AC Pingkan,WARTAKOTA)

“Semoga ini menjadi awal dari kehidupan Kota Tua yang baru,” demikian Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo memulai kata pembuka sesaat sebelum tayangan spektakuler  Video Mapping, dipertontonkan pada khalayak di kawasan Kota Tua Jakarta.

Sekitar 50.000 pengunjung di kota tua sudah tak sabar menantikan keajaiban yang akan dipamerkan pekerja seni Indonesia yang berkolaborasi dengan pekerja seni multimedia Inggris pada tembok Museum Sejarah Jakarta (MSJ).

Maka ketika lampu dipadamkan dan tembok “Gedung Bicara” – julukan bagi balai kota yang kini jadi MSJ – itu mulai bersinar “melukis” dan memproyeksikan grafis di dinding MSJ, riuh tepuk tangan dan kilau sinar yang keluar dari kamera ponsel pun memenuhi kawasan Taman Fatahillah – “Stadhuisplein”. Balai kota di kala itu salah satunya berfungsi sebagai gedung pengadilan, maka disebut Gedung Bicara.

Decak kagum tak henti keluar dari mulut pengunjung yang menyaksikan bagaimana tembok MSJ menjadi tontonan yang tak membosankan. Sebaliknya, penonton seakan tak puas menikmati pertunjukan “Video Mapping” sekitar 12 menit itu. Menikmati permainan gambar yang menampilkan gedung MSJ seakan tiba-tiba runtuh berkeping-keping, atau ketika grafiti batik memperindah gedung tersebut. Bahkan saat pendiri awal balai kota, JP Coen, muncul pula pada tembok

Fauzi Bowo menegaskan, “Acara ini adalah langkah Pemprov DKI untuk mempromosikan Kota Tua. Kota Tua adalah urban heritage, the largest in Indonesia. Kita berharap kehidupan ekonomi akan berkembang dan tumbuh di Kota Tua ini dan masyarakat akan mendapatkan lapangan kerja yang lebih baik.”

Dia juga sekali lagi meminta pengunjung Kota Tua untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan keamanan. “Jangan bikin bikin tempat ini jorok dan kotor. Kita akan lakukan investasi yang diperlukan, tapi ini semua berpulang ke rakyat. Kalau ingin bersama memajukan Kota Tua, maka kita rawat bersama-sama,” katanya. Acara spektakuler itu tak lain juga untuk mengajak orang untuk lebih peduli pada potensi Kota Tua sehingga memudahkan untuk mempromosikan kawasan tersebut.

Perizinan satu pintu

Ketika Warta Kota menanyakan soal izin satu pintu di kawasan Kota Tua yang selalu masih jadi kendala, Gubernur DKI itu menyatakan tak akan tergesa menetapkan hal itu. “Tapi kita tetap cari jalan, kita kaji dulu, jangan sembarangan. Rencana untuk mempermudah perizinan, akan menambah orang tertarik ke sini. Tapi formatnya harus hati-hati, kalau kita delegasikan ke mereka yang tidak kompeten, yang akan kita dapat cuma kehancuran,” paparnya.

Seperti diketahui, izin penggunaan lahan di Kota Tua memang masih harus melalui banyak pintu. Itu tidak termasuk pintu lain saat di lapangan. Ini tentu membuat kawasan itu jadi tak menarik bagi mereka yang akan menggunakan lahan karena anggaran bisa membengkak akibat banyaknya pintu yang harus dilalui, padahal di lapangan masih banyak lagi pintu lain.

Pengunjung yang hadir kali ini, jauh lebih beragam dibandingkan pengunjung reguler yang biasa memenuhi kawasan tersebut. Jika biasanya lebih banyak pengunjung bersandal jepit dan kusut, maka Sabtu malam kemarin kawasan itu dipenuhi pula dengan warga yang boleh jadi sebelum ini lebih suka berdingin-dingin di dalam mal.

“Ini karena pertunjukannya beda. Makanya yang datang juga jadi berwarna, enggak seperti biasanya. Pertunjukannya kan seni yang moderen, seni yang baru pertama kali ditampilkan di sini. Jadi baguslah,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kota Tua Candrian Attahiyyat.

Beberapa pengunjung, baik yang sudah sering main ke Kota Tua khususnya di kawasan Taman Fatahillah dan MSJ ataupun yang belum pernah, rata-rata tak bisa berkata-kata saat melihat permainan cahaya yang menghasilkan gambar menarik di tembok gedung. “Keren banget, asli keren banget. Ini baru namanya atraksi betulan. Jangan lagi ada band-band manggung di sini, malah bikin rusak, kayak waktu HUT Jakarta. Yang seperti ini keren dan nggak bikin pengunjung jadi brutal. Mereka diajak nonton dengan sopan. Motor enggak ada yang masuk, enggak ada yang urakan. Keren, deh,” begitu Rika, warga Pejaten, yang sudah berkali-kali ke kawasan dan museum itu tapi baru sekarang merasakan “getaran” yang lain.

Sementara itu Marshall, salah satu pengusaha di kawasan Kota Tua menyatakan kekaguman dengan gelengan kepala sambil berucap, “Bagus banget. Saya baru sekali ini lihat atraksi di Kota Tua dan oke banget.”

Malam itu saja, yang ketiban untung pun banyak. Dari pagi, ojek sepeda ontel, pedagang kaki lima di ujung-ujung Kalibesar, pedagang di Wisata Malam, dan tentu juga kafe sekitar dikeroyok pengunjung yang kelaparan dan kehausan. Alhasil, sekitar pukul 22.00 semua makanan di kawasan itu ludes. Padahal di malam minggu biasa, bahkan hingga tengah malam, makanan masih banyak tersedia.

Kerja sama 3 tahun

Dalam kesempatan lain, pada jumpa pers sebelum acara, Deputi Gubernur DKI bidang Kebudayaan dan Pariwisata, Aurora Tambunan, mengharapkan, acara tersebut bisa memacu warga Jakarta lainnya untuk tergerak dan berbuat sesuatu. “Kita mengharapkan setelah ini akan banyak anak muda mengembangkan kreativitas di sini, jadi jangan hanya nonton, tepuk tangan trus pulang enggak bawa apa-apa,” tandasnya.

Dia menambahkan, Pemprov DKI dan British Council menandatangani kerja sama selama tiga tahun untuk program Jakarta Kota Kreatif. Kegiatannya beragam, seni, kepariwisataan, dan pendidikan. “Tapi bisa juga hal-hal lain. Tidak melulu pada event tapi juga pembelajaran pada kita semua,” ujar Lola, panggilan akrab sang Deputi.

Pada malam itu, Fauzi Bowo juga meresmikan Jakarta Punya, sebuah produk suvenir Jakarta yang digerakkan oleh KADIN Jakarta. (Pradaningrum Mijarto,WARTAKOTA)

2 responses to this post.

  1. Posted by Dewi Kasiyani (3D) on 25 Maret 2010 at 20:55

    Nyesel..gak datang ke acara ini…. keren banget pastinya…pdhal British council dah invite aku… mdh2an ada acara seperti ini lagi..terus UPW bisa nonton bareng nihh..it’s gonna be fun pastinya….jarang2 kan kita tur malam2…;-)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: