PAPUA

 

A. INFOMASI UMUM

 

Propinsi Irian Jaya dengan ibukotanya Jayapura, merupakan wilayah paling timur kepulauan Indonesia, berbatasan langsung dengan negara Papu New Guinea dan dekat dengan benua Australia  serta berada diantara Samudera Indonesia dengan Samudera Fasifik. Keadaan wilayahnya sebagian besar masih tertutup oleh hutan tropis yang lebat dan disini banyak terdapat gunung yang menjulang tinggi antara lain :Gunung Jayawijaya ( 5.100 m) , yang cukup potensial untuk keparwisataan adalah Danau Sentani ( 9.630 Ha), Danau Robenbai ( 13.470 ) di Jayapura, Danau anggigita ( 4.500 Ha ) di Manokwari, Danau Pantai ( 14.150 Ha) dan Danau Tigi ( 3.000 Ha ) di Pantai.

 

Penduduk Irian Jaya berkulit hitam dan berambut keriing, sangat mirip dengan suku Aborigin penduduk asli Australia. Penduduk aslinya yang tinggi di pedalaman seperti Lembah Baliem, Asmat,Wamena dll, mempunyai budaya yang masih murni dan belum terpengaruh dari budaya luar. Penduduk asli Irian Jaya terdiri dari 250 suku yang mempunyai bahasa dan dialek yang berbeda-beda. Bahasa merupakan masalah dan problem yang sangat sulit diantara penduduk Irian Jaya, karena setiap beberapa kilo meter mempunyai bahasa yang berlainan.

 

 

 

Cara Pencapaian :

 

Untuk mencapai Irian Jaya ada 2 alternatif yaitu melalui udara dan laut.

 

 

melalu udara ada dua pintu masuk yaitu Jayapura dan Biak, dilayani oleh Garuda Indonesia ( Jakarta – Biak, Jakarta – Jayapura, Jakarta – Denpasar – Biak – Honolulu – Los Aneles).

Merpati Nusantara : ( Jakarta – Surabaya – Denpasar – Ujung Pandang – Ambon – Jayapura ).

 

 

 

 

B. OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA

 

1. Kabupaten Jayapura

 

Kota Jayapura adalah ibu kota propinsi Irian Jaya yang juga sebagai ibu kota Kabupaten. Pemandangan alamnya sangat indah dan cara hidup masyarakatnya merupakan daya tarik bagi wisatawan, di Jayapura terdapat objek dan daya tarik wisata seperti :

 

a. Pantai Holtekang

Pantai Holtekang berada sekitar 4km dari ibu kota Jayapura lokasinya berpasir memanjang.

 

b. Pasar Kaerajinan Hamadi

Pasar ini terletak sekitar 4km  dari ibu kota Jayapura, lokasinya di Pasar Sentral Hamadi.

 

c. Wihara Budha

Terletak sekitar 15km dari ibu kota Jayapura, lokasinya di daerah berbukitan sekitar sky line yang mempunyai panorama alam yang menarik.

 

d. Museum Budaya Wamena

Terletak di desa Wamena Kec. Sentani 20 km dari kota Jayapura, tempat ini tersimpan benda – benda budaya, peninggalan sejarah dan ukiran – ukiran khas dari Irian Jaya.

 

e. Tugu Yos Sudarso

Terletak di taman Imbi yang berada di pusat kota Jayapura. Tugu ini didirikan untuk menghormati Komodor Yos Sudarso yang gugur pada tahun 1962 dilaut Arafura dalam suatu pertempuran melawan Belanda. Taman ini menjadi tempat rekreasi terutama di waktu sore hari.

 

2. Kabupaten Jayawijaya

 

Kabupaten Jayawijaya dengan ibu kotanya Wamena, terletak di bagian dalam Irian Jaya. Penduduknya terdiri dari suku Ngalumayang, Olibab, Oksibil, Jali dan Suku Hliyo yang tinggal di lembah Baliem dan merupakan suku tertua dengan jumlah yang besar.

 

 

Terdapat Goa Kontilola yang memiliki stalaktit dan stalakmit serta sungai dalam goa, danau garam, desa Yiwika, perkampungan tradisional seperti : Bakar Batu, Mummi di kampong Aikima, Jembatan gantung tradisional di Walesi dan Wesaput, lembah Baliem yang merupakan pemandangan alam serta corak kehidupan tradisional masyarakat seperti perkampungan, pasar nayak di Wamena.

 

Wamena sangat terkenal dengan seni dan budayanya yang sangat menarik, di kabupaten ini babi memegang peranan penting dalam kehidupan sosial masyarakat, merupakan prestis dan melambangkan status sosial seseorang. Binatang ini juga berperan sebagai mas kawin ( mahar ). Pakaian adat yang biasa dipakai kaum pria pedalaman adalah Holim atau koteka. Benda ini dibuat dari abu kering, sedangkan wanitanya memakai rok yang dibuat dari akar – akar atau rumput – rumput yang diikat menyerupai rumbai. Objek dan daya tarik wisatanya seperti :

 

a. Museum Pilamo

Terletak di Wesaput 2 km dari kota Wamena. Museum ini dibangun oleh Pemerintah Daerah Tk. II Jayawijaya, untuk menapumpung benda – benda budaya, dibangun dengan bentuk tradisional ( bentuk Honey ) dan bertingkat dua, dilantai atas bangunan ini disimpan benda – benda budaya seperti : Alat – alat perang antar suku Wamena yang disebut awarek dan sebuah batu berbentuk burung yang sudah berusia lebih dari 5.000 tahun dan termasuk burung batu yang ke-7 di dunia. Bnada – benda tersebut tidak bisa dikunjungi umum karena mengandung magic serta spontan membangkitkan minat perang.

 

b. Patung Hukumiarek

Terletak di Kec. Kurima 18 km dari kota Wamena, patung Hukumiarek disebut patung perdamaian oleh masyarakat Jayawijaya. Hukumiarek berasal dari seorang kepala suku di Wamena yang mati karena perang suku. Patung ini melambangkan agar diantara suku – suku yang ada di Wamena tidak saling berperang lagi.

 

c. Perkamupungan tradisional di Silimo

Rumah tradisional di Silimo merupakan sautau bentuk rumah tinggal sekelompok masyarakat adat, yang dlam kehidupan sehari – harinya mempunyai bentuk serta tatacara tersendiri. Disini dapat dilihat suatu contoh tradisi desa dengan sekelompok rumah yang disebut Honelamo.

Laki – laki dan perempuan mempunyai rumah yang berbeda – beda, bentuk bulat dan beratap ilalang, dapurnya berbentuk segi empat dan selalu ada kandang babinya yang tertutup.

 

d. Mumi

Mumi ini terdapat di desa Aikima Kec. Krulu, dapay ditempuh dengan kendaraan bermotor 20 menit dari kotaWamena. Mumi ini merupakan suatu objek wisata yang sering dikunjungi wisatawan. Mumi ini berasal dari seorang pahlawan yang sangat kuat yang mati dalam perang suku, mayatnya diawetkan dengan cara tradisional dan disimpan di sebuah pondok.

 

3. Kabupaten Biak Numfor.

a. Taman Laut kepulauan Padaido

Merupakan tempat rekreasi pantai dan bahari, dan terdapat berbagai jenis biota laut yang khas, tidak terdapat di daerah lain bahkan dunia lain.

 

b. Taman anggrek di Biak Timur

Terletak sekitar 25 kam dari kota Biak, menyiapkan bibit dan memelihara jenis anggrek.

 

c. Taman Burung

Merupakan taman habitat yang dilindungi karena masih langka dan berada di lokasi Bosnik sekitar 15 km dari kota Biak.

 

d. Museum Perang

Memiliki koleksi berbagai jenis persenjataan peninggalan perang dunia II yang berada di jalan Sisingamangraja di kota Biak.

 

4. Kabupaten Manokwari

a. Pantai Amban

Memiliki panorama alam, tempat renang dan gua Amban merupakan peninggalan perang jaman Perang dan gua Manokwari.

 

b. Gunung Meja

Memiliki panorama alam yang menarik dan terletak 1 km dari kota Manokwari.

 

c. Pantai Pasir Putih

Merupakan pantai rekreasi dan bahari, disebelah laut terdapat pulau Mansinam yang merupakan pulau bersejarah karena merupakan pulau pertama masuknya Injil di Irian jaya dimana terdapat Gereja Tua, Tugu Peninggalan Masuknya Injil.

 

d. Taman Nasional Teluk Cendrawasih

Kawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih mempunyai tipe ekosistem pantai dan perairan laut yang terdiri atas terumbu karang, padang lamun, dan perairan dangkal dengan kedalaman kurang dari 20 meter.

Dikawasan Taman Nasional Teluk Cendrawasih terkandung 14 jenis lora yang dilindungi. Pada vegetasi pantai dan di pulau – pulau kecil di Kepulauan Auri dan Pulau Wairundi banyak di dominasi oleh jenis pohon kasuarina ( Casuarina equisetifolia ).

Tidak kurang dari 183 jenis binatang dan 37 jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi. Khusus untuk burung tercatat tidak kurang adri 36 jenis dan 18 jenis diantaranya dilindungi, antara lain burung Junai Mas ( Chaloenas nicobarica ).

Taman Nasional Teluk Cendrawasih dapat dimanfaatkan menunjang budaya pariwisata dan rekreasi.

 

Kegiatan pariwisata dan rekreasi di kawasan ini adalah :

 

1. Kegiatan wisata bahari untuk menikmati keindahan pulau – pulau dan terumbu karang di bawah laut pada azona pemanfaaatan terbatas.

2. Wisata “pohon hunting” di Pulau Rumberpon yang memiliki padi alang – lang yang luas.

3. Sumber air panas di pulau Misowar, dimana jarak sumber air panas yang mengalir ke pantai lebih kurang 300 m.

4. Kegiatan wisata photo terumbu karang bawah laut dan Pulau Nutabari.

5. Objek wisata budaya dan sejarah berupa gua peninggalan masayarakat di Pulau Numfor.

 

 

5. Kabupaten Sorong

a. Taman Wisata Klamono

Taman Wisata ini memiliki pamorama alam, tempat pemandian, penangkaran buaya yang merupakan tempat pemeliharaan dan pengembangbiakan buaya, selain itu juga terdapat sumur minyak.

 

b. Danau Ayamaru

Merupakan tempat permandian alam serta desa Ayamaru merupakan perkampungan tradisional.

c. Tanjung Kasuari

Merupakan tempat pemandian, pemancingan dan cagar alam Salawati Utara yang terdapat Vegetasi Hutan dan Burung.

 

6. Kabupaten Fak – fak

a. Pantai Kokas

Pantai ini memiliki rekreasi pantai dan bahari.

 

b. Mesjid Tua Paim Burah

Merupakan bangunan mesjid bersejarah.

 

c. Pantai Kaimana

Merupakan rekreasi pantai serta taman rekreasi Timika panorama alam yang menarik.

 

7. Kabupaten Panilai

a. Danau Tigi, Danau Tage dan Danau Paniai

Danau tersebyt merupakan tempat rekreasi, berenang, memancing serta memiliki panorama yangmenarik.

 

b. Taman Wisata Nabire

Memiliki panorama alam dan teluk Sarera yang merupakan rekreasi pantai dan panorama alam.

 

8. Kabupaten Yapen Merauke

Terdapat Museum Asmat yang merupakan peninggalan sejarah. Desa Asmat dikenal seni ukir kayu, tarian adat, kehidupan tradisional dan rumah di atas pagar, situs digul merupakan penggalan sejarah,penjaran tua tempat pembuangan tokoh proklamsi, Bupul dengan habitat burung Elang dan Cendrawasi, Cagar alam Kombe dengan habitat burung dan rusa, Gudang Arang tempat perkumpulan dan budaya masyarakat, pantai Lampu satu, Gedung Pos 1912 merupakan peninggalan sejarah dan Taman Nasional Wasur sebagai tempat hiburan, Panorama alam dan Bumi Perkemahan.

 

9. Kabupaten Yapen Waropen

Terdapat rumah peninggalan sejarah dan tempa tinggal Dr.Sam Ratulangi,kampong Serui Laut merupakan kampung di atas air. Tempat rekreasi pantai, bahari dan panorama alam di kepulauan Ambai, taman wisata Teluk, Sarera dengan panorama alam dan cagar alam burung / habitat burung – burung seperti burung cendrawasih.

(written by Olivia & Julian, x-xi upw smkn 27 jakarta, feb 2011)

One response to this post.

  1. Posted by immanueld on 26 April 2011 at 09:59

    perang suku terjaddi bukan karena bahasa atau pun yang lainnya tp kesalapahaman antara warga dengan warga yg lain sehingga terjadilah dengan istilah perang suku. klu boleh tulis itu setelah udah nyampe di wamena baru tulis jangan asal tulis

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: