Teknik presentasi yang baik

TEKNIK & PONT PRESENTASI YANG BAIK
Mendengar kata presentasi, banyak di antara kita yang mendadak jadi keringat dingin.Bukan takut proses pembuatannya, tapi justru saat mempresentasikannya.Jadi apa yang harus anda siapkan agar presentasi berjalan lancar dan bebas dari rasa panik yang berlebihan?
Menurut Tina Santy Flaherty, penulis Talk Your Way to the Top, ada kunci –kunci yang perlu dimiliki setiap presenter.Bila ini dikuasai, dijamin ide anda akan tersampaikan dengan baik dan lancar.
1. Jelas, Tepat
Usahakan presentasi anda memakan waktu kurang dari 25 menit.Lebih dari itu, para pendengar Akan bosan.
Gunakan kalimat-kalimat pendek dengan kata kerja aktif.Misalnya,hindari kata,”proyek ini akan diselesaikan dalam waktu 2 minggu.”Tapi katakan,”Kami siap menyelesaikan proyek ini dalam 2 minggu.”
Bila presentasi anda harus menghadirkan deretan angka, ucapkan dengan tempo yang agak lambat.Kalau perlu, ambil jeda beberapa detik setiap usai mengucapkan deretan angka.
2. Again and Again
Ulangi presentasi anda dengan suara keras sampai 10 kali.Ini akan membantu Anda mengingat setiap bagian dengan lebih cermat dan teliti.
Beri perhatian khusus pada kalimat-kalimat panjang dan sering mengganjal di lidah (biasanya yang menyangkut istilah teknis, bahasa asing, dan angka-angka).
Rekam suara anda , dan dengarkan:apakah anda bicara terlalu cepat?Terlalu lambat?Terlalu lemah dan tak semangat?Atau terlalu semangat sehinggga yang mendengar seakan kelelahan?Minta rekan kerja untuk mendengar anda berlatih.Lalu minta input-nya.
3. Di Matamu Ada Aku
Coba hafalkan halaman pertama presentasi , agar saat mengucapkannya ,anda bisa memandang lurus ke arah peserta acara dan menjalin kontak mata.Setiap peserta berhak mendapat tatapan mata anda, setidaknya sampai 5 hitungan.Jangan alihkan pandangan sebelum hitungan kelima selesai.
Bila peserta lebih dari 10 orang, maka aturlah pandangan pandangan anda dengan arah kiri, tengah, dan kanan.
4. It’s Fun
Awali presentasi anda dengan lelucon ringan/anekdot yang dipahami oleh semua peserta.
Gunakan alat dan perlengkapan lain yang membuat presentasi anda jauh lebih menarik.Tetapi ingat juga, meski alat-alat bisa menghidupkan suasana, usahakan agar tidak merepotkan anda waktu menggunakannya.
5. Color Me Beautiful
Untuk memudahkan pendengar menangkap presentasi anda, gunakan slides gambar berwarna yang memanjang.Misalnya, saat statistik menunjukkan peningkatan, tambahkan gambar anak merangkak tangga.Saat angka menurun, gunakan gambar roller coaster yang bergerak turun dengan drastis.Dalam memilih gambar, jangan sampai menyinggung klien anda atau masalah SARA.
6. Triple T
Bila anda menggunakan overhead projector (OHP), usahakan agar setiap lembar presentasi tak memuat banyak kalimat.Maksimal 6 baris kalimat pendek, atau kalimat yang tak selesai.Gunakan kalimat-kalimat ini sebagai pemancing keterangan lebih lengkap.Hal ini perlu dilakukan agar yang hadir memperhatikan anda, dan bukannya membaca teks yang tertera pada lembar presentasi.
Saat membaca lembar presentasi yang dipantulkan oleh OHP, anda perlu melakukan 3 T:Touch,Turn,Talk.Artinya, sentuh/tunjuk pantulan OHP di layar, berbalik dan bicara/sampaikan presentasi anda.Jangan bicara sambil menghadap pantulan di layar alias membelakangi yang hadir.Pertama, ini kurang sopan.Kedua,suara anda akan kurang jelas terdengar.
7. Hard Copies, Hard to Get
Saat presentasi, usahakan agar peserta hanya memperhatikan anda.Jadi, simpanlah semua bahan presentasi yang akan dibagikan hingga saat terakhir.Bila anda mempresentasikan story-board, atau gambar-gambar besar, jauhkan semua itu dari jangkauan mereka. Jangan biarkan mereka menyentuhnya sebelum presentasi anda usai.bila semua telah selesai, barulah Anda edarkan ke peserta.
8. Fleksi, Maksi
Saat presentasi , jangan biarkan tubuh berdiri kaku.Juga jangan ijinkan tangan terpaku pada satu posisi baik di depan,di belakang tubuh, atau di saku.biasanya.Kalau anda sudah memegang sesuatu,alat itu kan jadi mainan dan justru menganggu konsentrasi pendengar anda.
Biarkan tangan bergerak lepas, mengikuti topik bahasan anda.Gerakan itu akan membuat pesan anda lebih terserap secara maksimal.
Sumber : CDC
Ketakutan dan demam panggung merupakan hal yang umum ketika seseorang harus tampil dan berbicara di depan publik. Dengan latihan yang baik, demam panggung ini bisa berkurang meskipun mungkin tidak akan hilang sama sekali. Berita baiknya, semua pembicara, bahkan kelas dunia sekalipun tetap mengalami demam panggung ini dalam kadar yang berbeda-beda. Jadi, Anda tidak sendiri, you are in good company.
Menurut Tom Antion, penulis Wake ‘em Up Presentations, demam panggung biasanya muncul sebelum tampil. Setelah seseorang naik ke podium maka dengan sendirinya demam panggung tadi akan mulai menghilang.
Demam panggung bisa memiliki beberapa tanda seperti:
• Mulut kering
• Kerongkongan seperti ada ganjalan
• Tangan berkeringat
• Tangan menjadi dingin
• Tangan bergetar
• Dada berdegup lebih cepat
• Lutut bergetar
• Dan bentuk-bentuk fisik lainnya
Sisi Positif Demam Panggung
Di samping sisi negatifnya yang bisa menimbulkan kekhawatiran dan rasa tidak pede di depan umum, demam panggung juga memiliki sisi positif. Anda menjadi lebih perhatian terhadap gerakan dan posisi tubuh. Anda juga lebih fokus terhadap materi yang akan disampaikan. Rasa takut itu merupakan teman karena membuat refleks Anda semakin tajam, energi meningkat, dan mata menjadi lebih awas.
Jadi ketika Anda merasa nervous atau gugup ketika hendak tampil di depan umum, berusahalah untuk rileks. Biarkan perasaan gugup itu hinggap sebentar dan secara perlahan alirkan ke luar sehingga Anda bisa mengambil kendali lagi. Manfaatkan sisi positif rasa gugup tadi untuk membuat pidato atau presentasi Anda lebih mantap.

Bagaimana Menghilangkan Rasa Gugup
Rasa gugup ini bisa diatasi dengan melakukan visualisasi hal-hal positif seperti:
• Bayangkan audiens menikmati pidato Anda, mereka menatap dengan antusias, mendengarkan dengan sungguh-sungguh dan bertepuk tangan.
• Bayangkan betapa baiknya apa yang akan Anda tampilkan.
• Bayangkan audiens adalah teman-teman Anda yang biasa diajak ngobrol dan bercanda.
• Ingat momen-momen bahagia dan indah yang pernah Anda miliki sebelumnya.
Hal di atas merupakan cara yang bisa dilakukan ketika rasa gugup atau demam panggung melanda pada detik-detik menjelang tampil di atas pentas.
Lantas bagaimana agar demam panggung ini bisa berkurang sampai pada kadar yang pas? Jawabnya adalah lakukan persiapan yang matang. Ini bisa dilakukan dengan cara:
• Persiapkan dengan baik untuk seluruh materi pembicaraan Anda
• Secara khusus persiapkan Kalimat pembuka yang tepat
• Lakukan rehearsal di hadapan teman-teman Anda
• Antisipasi pertanyaan sulit dengan memperk irakan jenis pertanyaan tersebut dan jawabannya
• Praktek, praktek, praktek. Lakukan di depan kaca, ketika Anda mandi, atau di mana saja Anda bisa melakukannya sebelum hari H tiba.
Berdamai Dengan Rasa Takut
Pengalaman saya pribadi, demam panggung ini tidak hilang meskipun Anda sudah persiapkan dengan sangat matang. Saya sering melakukan persiapan untuk presentasi besar atau pidato di depan umum. Saya sudah merasa pede dan rileks dengan apa-apa yang akan saya sampaikan. Saya juga sudah siap dengan catatan kecil berupa mind map atau bullet list berisi poin penting dari keseluruhan materi pembicaraan. Tapi entah mengapa, beberapa detik sebelum tampil, tiba-tiba demam panggung itu datang. Indikator paling sering yang saya rasakan adalah dada berdegup lebih kencang dan tangan mulai berkeringat.
Walaupun demikian, dengan melakukan persiapan yang baik serta penanganan yang tepat, demam panggung tidak akan mengganggu bahkan membuat Anda tampil lebih baik lagi. Jangan takut atau terlalu khawatir ketika rasa gugup melanda karena tidak ada orang yang mati gara-gara hal itu. Meskipun menurut banyak survei, orang rela mati daripada harus tampil dan berbicara di depan umum J
Jadi, persiapkan pidato Anda dengan matang dan tampillah penuh percaya diri. Bersikap positif kepada audiens dan mereka pun akan membalasnya.
Selamat berpidato, berceramah, menyampaikan presentasi, dan tampil di depan umum. Good luck!

One response to this post.

  1. Posted by dion ruh on 15 Desember 2010 at 20:03

    keren. worth to be tried!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: